Ribuan Siswa SD Di Garut Terancam Bahaya, 7000 Ruang kelas Rusak Berat


Sekitar 7.000 ruang kelas sekolah dasar di Kabupaten Garut dalam kondisi rusak. Ini hampir separuh dari total 15 ribuan ruang kelas SD di kabupaten tersebut. Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengaku tak bisa memperbaiki semuanya sekaligus karena tak mempunyai biaya.

"Untuk memperbaiki semua ruang kelas yang rusak itu setidaknya dibutuhkan dana Rp 700 miliar," ujar Rudy di Kantor Pemkab Garut, Senin (2/5).

Bahkan karena tak juga diperbaiki, beberapa ruang kelas akhirnya ambruk, seperti yang terjadi Rabu pekan lalu di SDN Dunguswiru II, Desa Dunguswiru, Kecamatan Balubur Limbangan.

Syukurlah, saat sekolah ambruk, tak ada murid yang sedang belajar. Akan tetapi, tak ada yang bisa menjamin bahwa "keberuntungan" itu juga akan terjadi pada ribuan ruang kelas rusak yang setiap hari terpaksa masih dipergunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar.

Rudy mengatakan, anggaran yang tersedia untuk perbaikan ruang kelas di Garut hanya Rp 7 miliar. Dana tersebut hanya cukup untuk memperbaiki 90 ruangan.
 
Dengan ketersediaan dana yang terbatas ini, hanya ruangan kelas yang betul-betul rusak atau telanjur ambruklah yang akhirnya menjadi prioritas perbaikan.
Ruang kelas yang ambruk di SDN Dunguswiru II, menurut Rudi, akan diperbaiki pada minggu ini.
"Segera kami selesaikan. Kami sudah menyiapkan dananya," ujar Rudi.

Sumber : Tribun

0 Response to "Ribuan Siswa SD Di Garut Terancam Bahaya, 7000 Ruang kelas Rusak Berat"

Post a Comment