"Untuk libur panjang akhir pekan ini kami akan menyiapkan sedikitnya sebanyak 300 personel untuk melakukan proses pengamanan berbagai objek vital dan juga tempat-tempat wisata,” terang Kabag Ops, Polres Garut, Kompol Liman Heryawan kepada wartawan, Selasa (3/5/2016).
Liman mengatakan pengamanan tersebut akan dilakukan sejak pintu gerbang masuk wilayah Garut, yakni wilayah Kadungora dan Leles. Serta di seluruh lokasi tempat wisata karena Garut masih menjadi salah satu tempat yang akan di serbu wisatawan setiap liburan tiba.
Tidak hanya itu, kata dia, pengamanan juga akan dilakukan di seluruh tempat wisata yang ada di Kota Garut dan jalur lalu lintas nasional. Dimana mulai dari Limbangan menuju Tasik akan ditempatkan beberapa anggota yang akan melakukan pengaturan lalu lintas.
Selain akan menempatkan di beberapa lokasi wisata, Polres Garut juga akan menempatkan personelnya untuk menjaga gereja yang ada di Garut. Dimana terdapat total tujuh gereja dan yang akan melangsung Isa Almasih terdapat lima gereja. "Kami juga akan menjaga gereja-gereja yang akan melangsungkan kegiatan Isa Almasih supaya berjalan aman dan lancar," tandasnya
disisi lain disamping kemacetan, seorang pembaca pun mengirimkan keluhan tentang semrawutnya akses jalan dan tempat wisata di garut yang tidak dikelola dengan baik. berikut adalah isi surat pembaca yang dikirim ke harian pikiran rakyat oleh seorang bernama Agustian di samarang Garut.
YTH Pemerintah Kabupaten Garut. Banyak warga Garut termasuk saya mengeluh mengenai kebersihan di tempat pariwisata Kabupaten Garut. Sebagian tempat wisata memang ada yang terawat, tetapi ada juga yang terbengkalai, jorok, kumuh, dan terkesan semrawut. Contohnya Situ Bagendit, Candi Cangkuang, Gunung Papandayan, dan Kawah Cibodas. Bahkan, lokasi wisata Kawah Cibodas yang dianggap hebat, kenyataannya jauh berbeda dengan apa yang ditampilkan di media.
Pemkab Garut harus mengelola tempat wisata tersebut lebih serius untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kalau tempat wisata dibiarkan begini, apa jadinya? Pengunjung enggan datang lagi.
Saran saya, sebaiknya Pemkab Garut segera membenahi tempat-tempat wisata tersebut. Alangkah baiknya bila di setiap tempat wisata disediakan tempat sampah/memperbanyak tempat sampah. Beri sanksi bila ada yang membuang sampah sembarangan. Tentunya hal ini butuh pengawasan demi melestarikan tempat wisata yang nyaman sehingga dapat menarik para wisatawan berkunjung kembali. Sekian dan terima kasih.

Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda yang berjudul " Libur Panjang, Kemacetan Kembali Hantui Kawasan Wisata Kota Garut ".
ReplyDeleteSaya juga mempunyai jurnal yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Pariwisata Indonesia . Mari bersama-sama kita memperluas ilmu kita. :)